Anggota DPR Sentil Mantan Menteri

Anggota DPR Sentil Mantan Menteri

Anggota DPR Sentil Mantan Menteri

Anggota DPR Sentil Mantan Menteri – Wakil Ketua Bidang Maritim DPP Gerindra Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan sejumlah alasan di balik ekspor benih lobster. Menurutnya, hasil benih lobster atau benur di Indonesia sangat melimpah.

“Lobster di Indonesia ini antara 1 miliar sampai ada yang mengatakan 150 miliar,” ujarnya dalam sebuah diskusi, Jumat.

Meski melimpah, lanjutnya, namun kesempatan hidup benih lobster untuk menjadi lobster dengan ukuran berat 200 gram, hanya 1 persen. Oleh sebab itu, jika tidak ditangkap maka benih tersebut justru tidak dimanfaatkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka keran ekspor benih lobster. Kebijakan Edhy menuai pro dan kontra lantaran berbeda dengan menteri sebelumnya.
Terlepas dari pertentangan yang terjadi, sejumlah anggota Komisi IV DPR yang membidani antara lain sektor pertanian serta perikanan setuju dengan keputusan Edhy Prabowo. Contohnya dari Fraksi Partai Gerindra, Darori Wonodipuro.

Menurutnya polemik ekspor benih lobster karena ada ‘gangguan’ dari mantan menteri.

“Ada mantan menteri belum rela melepaskan jabatannya. Kok yang direcokin lobster?” kata Darori dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin.

Dia tidak menyebut nama menteri yang disinggung. Namun jika melihat ke belakang, mantan menteri yang kerap menyentil kebijakan Edhy ekspor benih lobster adalah Susi Pudjiastuti. Saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di periode pertama Presiden Joko Widodo, Susi tegas melarang adanya ekspor benih lobster.

Menurut Darori, dibukanya keran ekspor ini untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan demi kepentingan rakyat. Di samping itu, dia mengklaim kinerja KKP di tangan Edhy itu membaik.

“KKP ini dari tahun ke tahun meningkat kebaikannya. Laporan keuangan 2016, lalu 2017 disclaimer. Kemudian 2020 laporannya baik. Ini berarti terus meningkat ya mungkin karena Sekjennya dari Bareskrim, Irjennya dari kejaksaan,” tuturnya.

Selain Darori, anggota Komisi IV DPR lainnya, Ahmad Ali juga mendudkung Edhy Prabowo. Ahmad Ali menyarankan agar kementerian membenahi narasinya saja agar tidak terjadi salah paham di luar.

“Sehingga di luar tidak terkesan kebijakan ekspor lobster hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu. Ini yang kemudian narasinya, tolong KKP diperbaiki,” imbuhnya.

Selain itu, dia meminta kepada Edhy agar tidak terpengaruh dengan kebijakan menteri yang lama. Dia meminta kepada masyarakat agar memberikan kesempatan Edhy untuk bekerja.

“Jangan menari di atas panggung mantan menteri KP deh. Pak Edhy yang punya kebijakan ini bahwa ini kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, jalan tanpa perlu memperdulikan narasi-narasi yang ada di luar. Hari ini Edhy Prabowo jadi Menteri KKP, izinkan dia untuk melaksanakan program ini sampai selesai,” tandasnya.

Comments are closed.