Krakatau Steel Minta Modal Rp3 T

Krakatau Steel Minta Modal Rp3 T

Krakatau Steel Minta Modal Rp3 T

Krakatau Steel Minta Modal Rp3 T – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan mendapat dana talangan sebesar Rp 3 triliun. Dana talangan itu akan digunakan untuk memberikan relaksasi pembayaran pada konsumen.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan, dana tersebut untuk mendukung industri hilir dan pengguna baja. Dia mengatakan, Krakatau Steel saat ini memproduksi baja sampai cold rolled steel (CRC). Produk baja turunan diolah industri hilir yang kemudian menjadi baja ringan, atap, dan lain-lain.

Sementara, saat ini industri hilir dalam kondisi kesulitan karena bisnisnya tergerus. Di saat yang sama, untuk memesan baja ke Krakatau Steel mesti menggunakan bank garansi.

“Di lain pihak Krakatau Steel untuk memesan barang atau mengorder barang harus kepada Krakatau Steel harus persiapkan sejumlah bank garansi atau LC karena memang proses saat ini proses yang dilakukan untuk memesan barang ke Krakatau Steel harus seperti itu,” katanya di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk meminta dana talangan Rp3 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan relaksasi kepada industri hilir dan pengguna baja.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan industri hilir dan pengguna baja harus memiliki bank garansi atau letter of credit (LC) untuk pembelian bahan baku pada Krakatau Steel. Namun, saat ini kondisi industri hilir dan pengguna baja cukup tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Kalau kami terapkan prosedur ketat memperoleh barang harus gunakan LC, maka mereka tidak dapatkan bahan baku cukup sehingga dikhawatirkan impor masuk. Berikutnya, yang kami khawatirkan ketika industri hilir mati, nantinya hulu juga ikut mati,” ujarnya di Komisi VI DPR, Rabu.

Oleh karena itu, dia mengusulkan dana talangan ini berupa penempatan dana pemerintah pada giro akun special purpose vehicle (SPV). Selanjutnya, Krakatau Steel menjadikan itu sebagai fasilitas dagang (trade facility) yang digunakan untuk membeli bahan baku. Dengan demikian, Krakatau Steel bisa memberikan relaksasi pembayaran.

“Kemudian menjadikan itu trade facility yang kita Krakatau Steel beli bahan baku melalui trade facility yang ada. Kemudian kita memberikan kepada pelanggan kita relaksasi pembayaran. Kita berhitung bisa sampai 90 hari kepada mereka agar mereka bisa putar dan order dari yang mereka butuhkan kami bisa supply,” terangnya.

Dengan pelonggaran kepada industri hilir dan pengguna baja itu, maka ia meyakini industri tersebut dapat mempertahankan pasar dan operasionalnya. Pasalnya, modal kerja mereka saat ini sudah tergerus lantaran permintaan turun akibat pandemi Covid-19.

Skemanya, kata dia, dana talangan tersebut ditempatkan pada giro akun special purpose vehicle (SPV) atas nama pemerintah. Selanjutnya, perseroan akan menggunakan akun tersebut sebagai fasilitas dagang (trade facility) untuk membeli bahan baku.

“Kemudian kami memberikan kepada pelanggan kami relaksasi pembayaran. Kami berhitung bisa sampai 90 hari agar mereka bisa putar dan pesan dari yang mereka butuhkan,” ucapnya.

Selain Krakatau Steel, pemerintah juga akan memberikan dana talangan kepada empat BUMN lainnya. Keempatnya meliputi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp8,5 triliun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp3,5 triliun, PT Perkebunan Nusantara (Persero) sebesar Rp4 triliun, dan Perum Perumnas sebesar Rp650 miliar. Dengan demikian, total dana talangan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan pelat merah mencapai Rp19,65 triliun.

Comments are closed.