Nilai Jual Yang Tinggi, Petani Besakih Tanam Lidah Buaya

Nilai Jual Yang Tinggi, Petani Besakih Tanam Lidah Buaya

Nilai Jual Yang Tinggi, Petani Besakih Tanam Lidah Buaya

Petani Besakih Tanam Lidah Buaya – Tanaman lidah buaya atau aloevera sedang banyak ditanam oleh para petani di Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Pantauan Selasa, sepanjang jalan wilayah Batusesa menuju Besakih banyak dijumpai lahan-lahan ditanami lidah buaya.

Ternyata, lidah buaya bisa dijual dengan nilai lumayan tinggi karena jadi salah satu bahan produk kecantikan. Selain itu, tanaman berduri itu dapat juga dijadikan bahan makanan/minuman. Tak heran jika petani setempat mencoba untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Seperti putu mulyadi, seorang petani lidah buaya di desa tersebut sudah enam tahun jadi petani pengarap lidah buaya. Tanaman itu milik orang lain dan dibudidayakan di lahan seluas 2 hektare. Pihaknya mampu meraup sekitar Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per tahunnya dari penjualan lidah buaya. Omzet tersebut didapat dari penjualan di Gianyar, Klungkung, Denpasar, Tabanan, Badung, serta daerah lainnya.

Harga lidah buaya per ton bisa mencapai Rp 80 juta lebih, tergantung kualitas. Harga bisa tembus Rp 100 juta ke atas per ton jika tanaman bagus serta ukurannya besar. Sebaliknya, jika kurang bagus, dihargai di bawah Rp 100 juta.

#untuk produk kecantikan dan kesehatan

Mulyadi mengaku dalam setahun bisa panen tiga sampai empat kali. Sekali panen bisa hasilkan sekitar 1 ton. Penjualaan dari hasil panen juga tidak sulit. Petani lidah buaya tinggal menyerahkannya langsung ke pengepul. Biasanya pengiriman dilakukan saat panen.

Selain dirinya, petani lain di desanya juga banyak yang membudidayakan lidah buaya. Alasannya, selain mudah dirawat, dan panen cepat, omzet juga memuaskan. Apalagi wilayah Besakih merupakan dataran tinggi, sehingga sangat cocok untuk budidaya lidah buaya. “Tanaman ini cepat menghasilkan kalau musim hujan,” jelasnya.

Petani asal Banjar Palak, Desa Besakih itu jarang menjualnya per kilogram, tapi langsung per ton. Lidah buaya, kata dia, dijual untuk dijadikan bahan pembuatan jeli, sirup, dan campuran minuman lainnya. Lidah buaya atau aloevera juga dapat digunakan untuk produk kecantikan spa dan kesehatan, termasuk sampo, krim wajah, kulit, dan bahan tambahan rias wajah.

Comments are closed.