Pergerakan rupiah perkasa yang libas dollar AS dan Global

Pergerakan rupiah perkasa yang libas dollar AS dan Global

Rupiah perkasa Indonesia libas dollar

Pergerakan rupiah perkasa yang libas dollar AS dan Global – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.165 per dollar AS pada perdagangan pasar spot. Mata uang Garuda menguat 0,56 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.245 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di dunia

Bersamaan dengan pergerakan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia pagi ini juga terpantau menguat terhadap dolar AS. Hanya mata uang yen Jepang yang terpantau melemah 0,11 persen.

Dolar Singapura menguat 0,05 persen, dolar Taiwan menguat 0,19 persen, won Korea Selatan menguat 0,22 persen, peso Filipina menguat 0,22 persen, rupee India menguat 0,08 persen, yuan, China menguat 0,20 persen, ringgit Malaysia menguat 0,14 persen, dan baht Thailand menguat 0,06 persen.

Tak tanggung-tanggung, rupiah juga menyapu bersih seluruh mata uang Benua Kuning. Sebagai mata uang nomor satu di Asia, rupiah unggul atas yen (0,80%), baht (0,76%), ringgit (0,66%), dolar Singapura (0,65%), dolar Hong Kong (0,65%), yuan (0,60%), won (0,51%), dan dolar Taiwan (0,15%).

Sementara rupiah tengah berjaya, dolar AS justru merana. Aset safe haven itu memerah di hadapan banyak mata uang global, misalnya dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, dan franc. Sebagian besar mata uang Asia juga ikut menekan dolar AS, yakni dolar Taiwan, dolar Singapura, won, dan yuan.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,11 persen dan dolar Australia melemah 0,23 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,01 persen dan franc Swiss menguat 0,02 persen.

Riset Monex Investindo Ariston Tjendra

Kepala Riset Monex Investindo mengatakan bahwa rupiah berpotensi menguat dan bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.300 per dolar AS.

Alasannya, sebagian aset berisiko kelihatan positif karena komentar tertulis Gubernur the Fed yang mengatakan akan mempertahankan suku bunga sangat rendah dalam jangka waktu yang lama untuk membantu memulihkan ekonomi.

Selain itu juga didukung data indeks aktivitas manufaktur dan non-manufaktur China Juni yang menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas,

Meski demikian, rupiah juga berpotensi tertahan jika kekhawatiran pasar terhadap peningkatan jumlah kasus covid-19 di seluruh dunia belum reda.

Jumlah kasus covid-19 diyakini akan semakin menghambat pemulihan ekonomi global dan menurunkan minat investor untuk mengumpulkan aset berisiko, termasuk rupiah.

“Tarik menarik sentimen positif dan negatif ini bisa membuat rupiah bergerak mengalami pelemahan atau penguatan yang tipis hari ini,” tandasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *