Bioskop Bolak-balik Batal Buka Akibat Pandemi

Bioskop Bolak-balik Batal Buka Akibat Pandemi

Bioskop Bolak-balik Batal Buka Akibat Pandemi

Bioskop Bolak-balik Batal Buka Akibat Pandemi, – Surat GPBSI menerangkan bahwa organisasi tersebut telah mencermati Surat Keputusan. Yang dibuat oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta perihal penundaan pembukaan kembali bioskop.

Melihat perkembangan terkini pandemi Covid-19 di Tanah Air serta wujud upaya aktif mendukung kesembuhan bangsa, GPBSI memahami dan mendukung sepenuhnya kebijakan tersebut.

Keselamatan dan kesehatan pelanggan serta petugas bioskop selalu jadi perhatian utama. Karenanya, GPBSI menggunakan kesempatan ini untuk terus melatih dan mempersiapkan penerapan protokol kesehatan dan kenormalan baru di seluruh lingkungan bioskop.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum juga mengizikan bioskop untuk beroperasi. Berdasarkan SK Disparekraf Nomor 2976 Tahun 2020 tentang Perpanjangan PSBB Masa Transisi dalam Penanganan Pencegahan Penularan COVID-19 di Sektor Usaha Pariwisata, bioskop sempat sudah diizinkan kembali beroperasi.

Nemun, SK tersebut direvisi dan izin untuk bioskop kembali beroperasi itu dibatalkan. Sejatinya, bukan kali ini saja bisnis bioskop diizinkan kembali buka kemudian dibatalkan lagi dalam masa pandemik ini. Sebelumnya, rencana pembukaan bioskop di 29 Juli 2020 juga batal, begitu pula rencana di masa PSBB 31 Juli-13 Agustus 2020.

Tidak bisa dihindari, kerugian pun dialami para pengusaha bioskop. PT Graha Layar Prima Tbk pengelola bioskop CGV Cinemas misalnya, mengalami kerugian sebesar Rp185,46 miliar pada semester pertama tahun ini.

Dewinta berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar roda perekonomian terutama di sektor industri kreatif kembali bergulir dan berangsur normal. “Karenanya kami satu suara dengan keputusan Ketua GPBSI. Kesehatan penonton dan karyawan selalu menjadi prioritas kami,” Dewinta menambahkan.

Bioskop di luar Jakarta masih ada yang buka

Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin mengatakan meski mengalami kerugian yang cukup besar selama pandemik ini, perusahaan bioskop di Indonesia tidak akan tutup permanen.

“Bioskop ini hanya di daerah Jakarta yang gak bisa dibuka, di daerah lain di Kabupaten uda banyak dibuka,” katanya.

Meski demikian dia mengakui pangsa pasar bioskop DKI Jakarta merupakan yang terbesar secara nasional. Menurut data yang dipegangnya, lebih dari 50 persen pangsa pasar bioskop nasional berasal dari DKI Jakarta.

Prospek bioskop ke depan dianggap masih bagus

Senada, Public Relations Manager CGV Indonesia, Hariman Chalid mengatakan prospek bisnis bioskop masih bagus. Hal itu, kata dia, karena pengalaman menonton di bioskop dengan teknologi audio visual terkini, dan segala pendukungnya belum tergantikan.

“Menonton di bioskop juga sebagai sarana rekreasi dan hiburan baik untuk rekan, teman, dan keluarga,” ujarnya.

Comments are closed.