BRI Selamatkan UMKM Selama Pandemi

BRI Selamatkan UMKM Selama Pandemi

BRI Selamatkan UMKM Selama Pandemi

BRI Selamatkan UMKM Selama Pandemi, – Selama masa pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk sudah merestrukturisasi kredit 2,9 juta nasabah dengan nilai Rp 179,9 triliun. Di antaranya kredit kepada 1,4 juta nasabah mikro sebesar Rp 64,2 triliun.

Selain itu, BRI juga menyalurkan subsidi bunga Rp 1,2 triliun kepada 7,2 juta nasabah, memberikan kredit baru Rp 27,7 triliun, menyalurkan kredit dengan penjaminan sebesar Rp 981,6 miliar kepada 1.884 debitur, dan menyalurkan dana bansos Rp 19,4 triliun.

“Ketika pandemi Covid-19 awal Maret 2020 dan Presiden menginstruksikan menyelamatkan UMKM, 15 Maret BRI langsung bergerak lebih cepat,” ungkap Wakil Dirut PT BRI Tbk Catur Budi Harto saat berkunjung ke redaksi Beritasatu Media Holdings, Selasa. Hadir pada kesempatan yang sama Corsec BRI Amam Sukriyanto.

Kredibilitas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai BUMN tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu, Presiden Jokowi bahkan menyebut bahwa BRI merupakan satu-satunya bank yang fokus pada perkembangan UMKM di Tanah Air.

Direktur Bisnis Mikro Supari dalam acara Sharing Session bertajuk Peran BRI Menyelamatkan UMKM di Tengah Pandemi menjelaskan bahwa UMKM berkontribusi besar bagi perekonomian negara.

Selama ini, kata Catur, BRI sudah berada di tengah UMKM, bahkan 78% portofolio kredit BRI adalah untuk UMKM yang saat ini jumlahnya di atas 60 juta. Selama periode 16 Maret hingga 27 Juli 2020, BRI merestrukturisasi kredit 1,4 juta usaha mikro terdampak Covid-19 dengan nilai Rp 64,2 triliun.

“Oleh karena itu, UMKM penting bagi BRI. Kalau UMKM ada masalah, BRI juga ada masalah. UMKM adalah penggerak utama negara ini karena ada tiga kontribusi yang diberikan UMKM,” jelas Supari.

Pertama UMKM mampu menanggulangi kemiskinan dengan menyediakan lapangan kerja. Kedua, penyebaran UMKM yang merata, tidak tersekat dengan geografis. Ketiga, UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan.

Meski punya kontribusi besar, Supari menegaskan bahwa UMKM tidak bisa berdiri sendiri. Apalagi di masa krisis pandemi seperti sekarang ini, menurut Supari UMKM butuh pendampingan dalam hal mengembangkan bisnis.

Subsidi Bunga

Upaya penyelamatan UMKM tak hanya dilakukan dengan restrukturisasi. Tapi BRI juga menghadirkan program subsidi bunga. Realisasi program subsidi bunga, disalurkan BRI ke hampir 7,2 juta pelaku usaha atau UMKM, dengan jumlah Rp1,2 triliun.

“Skema pemulihan ekonomi nasional salah satunya adalah subsidi bunga dan ini sangat bermanfaat untuk memperpanjang napas UMKM di saat krisis pandemi ini karena omzet jatuh, tabungan dan modal kerja yang habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelas Supari.

Restrukturisasi UMKM

Supari menegaskan, dalam kondisi apapun UMKM tidak boleh mati. UMKM harus terus maju dan berkembang. Oleh karena itu, sejak April-Mei BRI melakukan upaya penyelamatan UMKM terkait kewajiban cash flow dalam bentuk restrukturisasi.

“Ini adalah penyesuaian nasabah yang omzetnya turun 20-30 persen. Sampai saat ini, BRI telah menyelamatkan 2,8 juta UMKM dengan total kredit Rp180 triliun,” jelas Supari.

Web Pasar

Tak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Setelah menghadirkan solusi penyelamatan UMKM seperti subsidi bunga, restrukturisasi, dan KUR Online, kini BRI membentuk Web Pasar.

“Pasar adalah urat nadi pelaku UMKM. BRI telah membangunkan pasar yang ‘wajahnya’ tidak seperti pasar yang dilihat ada aktivitas belanja, dan berdesak-desakan. Kami hadirkan web pasar dengan simpel dan tidak ada branding BRI. Ini didedikasikan ke seluruh ekosistem pasar, dengan kearifan lokal, mengembangkan sendiri, dan didampingi BRI,” jelas Supari.

Comments are closed.