BRI Turut Serta Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Yogyakarta

BRI Turut Serta Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Yogyakarta

BRI Turut Serta Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Yogyakarta

BRI Turut Serta Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Yogyakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu lembaga penyalur Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Indonesia.

Tepat pada Jumat (28/8), Presiden RI Joko Widodo menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Yogyakarta. Banpres Produktif ini diberikan kepada pelaku usaha mikro semua bidang sebagai modal usaha.

“Kita semua berada dalam kondisi yang tidak mudah karena Covid-19. Kondisi sulit seperti ini berimbas kepada ekonomi dan dialami oleh negara-negara di dunia. Kita harus tetap semangat dan bekerja keras karena kondisi tidak gampang. Bapak dan ibu akan diberikan bantuan modal usaha sebesar 2,4 juta yang diberikan langsung kepada 12 juta pelaku usaha sampai kira-kira nanti bulan September. Tapi ingat ini harus digunakan untuk modal usaha,” ungkap Joko Widodo.

1. BRI telah menyalurkan kepada lebih dari 83 persen PUM

Hingga saat ini, tercatat BRI telah menyalurkan kepada lebih dari 83 persen Pelaku Usaha Mikro (PUM) dari total 1,8 juta penerima. Secara nasional, Banpres Produktif yang telah disalurkan pemerintah telah lebih dari Rp4,4 triliun sejak pertama dicanangkan pada 15 Agustus 2020, termasuk kepada para penerima Banpres Produktif di wilayah Yogyakarta.

“Pada saat pencairan, petugas BRI juga melakukan edukasi kepada para penerima BPUM, agar Banpres Produktif ini digunakan untuk pengembangan usaha nasabah penerima,” imbuh Priyastomo, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah yang turut hadir dalam acara tersebut.

2. Seorang penjual soto di Yogyakarta merasa terbantu dengan BPUM

Salah satu penerima BPUM dari Bank BRI yang hadir di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Suyono, menyampaikan bahwa selama pandemik usaha sotonya mengalami penurunan yang signifikan. Modal usaha akhirnya terpakai untuk biaya hidup, sehingga dengan berat hati menutup usahanya. Namun sejak mendapatkan BPUM ini seminggu lalu, Suyono merasa mendapatkan pertolongan dan memberanikan diri untuk kembali membuka usahanya.

3. Untuk dapat menerima dana BPUM, tidak semua masyarakat bisa menerimanya

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagaimana tertulis dalam Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Nomor 6 Tahun 2020. Syarat tersebut adalah pertama, Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kedua, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM. Ketiga, bukan Aparatur Sipil Negara, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai BUMN atau BUMD. Keempat, tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan.

Comments are closed.