Citilink Kena Sanksi Akibat Bawa Penumpang Positif Covid-19

Citilink Kena Sanksi Akibat Bawa Penumpang Positif Covid-19

Citilink Kena Sanksi Akibat Bawa Penumpang Positif Covid-19

Citilink Kena Sanksi Akibat Bawa Penumpang Positif Covid-19, – Citilink terbukti membawa penumpang positif COVID-19 ke Pontianak. Maskapai berbiaya murah (low cost carrier) ini pun diberi sanksi.

“Menindak lanjuti hasil pemeriksaan sampel swab dadakan dengan metode RT PCR. Yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 11 September 2020. Terbukti maskapai ini membawa satu penumpang terkonfirmasi COVID-19 dari Jakarta ke Pontianak”. Kata Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Ignatius IK seperti dilansir dari IDNPlay Poker, Senin.

Manajemen Citilink Indonesia akan mempertimbangkan kembali rute penerbangan Jakarta-Pontianak. Setelah perusahaan memperoleh sanksi dari Pemerintah Kalimantan Barat karena terdeteksi mengangkut penumpang positif Covid-19. Sanksi itu membuat penerbangan rute Citilink Jakarta-Pontianak dibekukan sementara.

“Citilink diminta melakukan penghentian sementara penerbangan dari Jakarta (CGK) dan ke Pontianak (PNK). Oleh pemerintah daerah setempat terhitung sejak 19 September 2020. Berkaitan dengan hal tersebut, Citilink akan mempertimbangkan kembali rute penerbangan CGK-PNK maupun rute PNK-CGK”. Kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Citilink diberi sanksi untuk bawa penumpang ke Pontianak

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab test RT PCR oleh Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak terhadap 48 penumpang Citilink CG 9414 rute Jakarta-Pontianak tanggal 15 September 2020, 1 orang penumpang dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

Atas kejadian tersebut, maka Citilink diberikan sanksi berupa larangan membawa penumpang ke Pontianak untuk sementara waktu. Hal ini diatur dalam pasal 16 ayat (5) huruf a, yaitu dilarang membawa penumpang dari luar daerah selama 10 hari untuk rute Jakarta-Pontianak sejak 19 September 2020.

“Berdasarkan pasal 8 ayat (5) Peraturan Gubenur Kalimantan Barat Nomor 110 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. Dinyatakan bahwa maskapai penerbangan, operator pelayaran dan operator bis dilarang membawa penumpang yang hasil tes cepat dan/atau tes usap PCR-nya positif COVID-19,” jelas Ignatius.

Maskapai penerbangan bawa penumpang positif COVID-19 dipastikan bakal diberi sanksi

Oleh karena itu Ignatius menegaskan bahwa maskapai penerbangan yang membawa pasien positif COVID-19 dipastikan bakal diberi sanksi. Ia mengimbau agar penumpang maupun operator menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Setiap maskapai penerbangan yang kedapatan membawa masuk penumpang dari luar Kalbar dalam kondisi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test di terminal kedatangan bandara Supadio, akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Comments are closed.