Pandemi dan Kenaikan Tarif Cukai Menurunkan Penjualan Sampoerna

Pandemi dan Kenaikan Tarif Cukai Menurunkan Penjualan Sampoerna

Pandemi dan Kenaikan Tarif Cukai Menurunkan Penjualan Sampoerna

Pandemi dan Kenaikan Tarif Cukai Menurunkan Penjualan Sampoerna, – Presiden Direktur PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) Mindaugas Trumpaitis mengatakan kenaikan tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) serta pandemi COVID-19 telah membuat penjualan rokok perseoran turun signifikan pada semester I 2020

Melansir dari laman IDNPlay Poker, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk mencatat volume penjualan HM Sampoerna hanya sebanyak 38,5 miliar batang pada semester pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan koreksi sebesar 18,2 persen secara tahunan dari posisi volume penjualan sebesar 47,1 miliar batang pada periode yang sama tahun lalu.

” Untuk industri rokok, kenaikan tarif cukai rata-rata 24 persen dan harga jual eceran sebesar 46 persen, yang berlaku pada 2020 serta pandemi COVID-19 menjadi dua faktor utama yang memberikan dampak signifikan pada kinerja industri ini yang telah menyebabkan penurunan volume penjualan hingga dua digit,” katanya, secara virtual Jumat.

1. Total pangsa pasar HMSP turun 3,1 persen

Selain itu, total pangsa pasar emiten berkode HMSP tersebut juga turun 3,1 persen menjadi 29,3 persen pada semester I 2020. Sementara penurunan volume penjualan HMSP juga terefleksi dari penjualan industri rokok yang terkoreksi sebesar 15 persen.

Adapun sepanjang 2019, pangsa pasar Sigaret Kretek Tangan (SKT) Sampoerna, dengan merk Dji Sam Soe. Dan Sampoerna Kretek, tercatat sebesar 36,3 persen.

Sedangkan pangsa pasar Sigaret Putih Mesin (SPM), dengan produk utamanya Marlboro dan Philip Morris Indonesia (PMID), memiliki pangsa pasar 57,2 persen. Lalu Rokok Kretek Mesin (SKM) memiliki pangsa pasar 29,6 persen.

2. Kuartal II tahun ini ialah saat terberat

Dia mengatakan pihaknya terus mewaspadai berbagai dampak lanjutan dari pandemik yang terjadi secara global dengan terus beradaptasi pada perkembangan situasi.

“Tak terelakkan lagi Sampoerna menghadapi tantangan selama masa puncak pandemi, khususnya pada kuartal II 2020. Berbagai tantangan selama periode April-Juni 2020 menyebabkan koreksi terhadap kinerja perseroan,” ujarnya.

3. Strategi Sampoerna mengatasi ketidakpastian

Selain itu perseroan juga berupaya untuk menciptakan terobosan dan inovasi pada bisnisnya. “Sebagai contoh, kami meluncurkan produk Sigaret Kretek Mesin/SKM tar tinggi untuk merespon pergeseran permintaan ke produk tar yang lebih tinggi,” tuturnya.

“Sampoerna berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif bagi industri tembakau. Termasuk perlindungan terhadap bisnis SKT yang merupakan sektor yang paling padat karya,” ujarnya.

Comments are closed.