Segera Buka Lagi, Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Segera Buka Lagi, Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Segera Buka Lagi, Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Segera Buka Lagi, Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK – Pandemik COVID-19 telah menghantam seluruh sektor usaha, salah satunya bioskop yang sudah tutup sejak April 2020 saat PSBB DKI Jakarta pertama kali terterapkan. Hal itu pun berdampak pada tanaga kerja yang terpaksa harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun rumahkan.

Kendati begitu, Ketua Gabungan Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin menyatakan bahwa sejumlah karyawan bioskop yang telah ter- PHK dan rumahkan akan d’irekrut kembali saat bioskop kembali buka.

“Iya itu nanti kita akan rekrut lagi, kayak cleaning service dan sebagainya,” kata ia lansirkan dari https://coloradofarmers.org/

1. Proses d’ilakukan bertahap

Djonny mengatakan proses itu akan lakukan secara bertahap. Artinya tidak semua pekerja yang ter-PHK dan rumahkan bakal langsung d’irekrut kembali. Ia mengatakan ada 40-50 persen karyawan yang akan d’irekrut tahap pertama. Meski begitu Djonny enggan menyebut berapa jumlah karyawan bioskop pada Jakarta yang sudah ter-PHK dan terumahkan.

“Ya satu-satulah bertahap, misalnya dua bioskop dulu,” ujarnya.

2. Semua tergantung keputusan 14 Oktober

Namun, segala keputusan tentang perekrutan kembali para karyawan dan mantan karyawan itu, akan mempengaruhi kepastian tentang pengoperasian kembali bioskop “Kita tunggu buka dulu aja, ini aja bioskopnya belum buka,” ujarnya.

Kepastian kapan pembukaan kembali bioskop, menurutnya, baru akan terumumkan oleh pengusaha bioskop pada Rabu 14 Oktober 2020 mendatang. Hal ini karena para pengusaha bioskop.masih akan berdiskusi tentang syarat pembukaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan sangat berpengaruh pada sisi bisnis.

“Ini karena kapasitas (penonton bioskop) saja cuma 25 persen, bagaimana mau bayar orang,” tambahnya.

3. Bioskop rugi hingga triliunan rupiah

Sebelumnya, Agustus 2020 lalu Djonny mengatakan, hingga saat ini akibat pelarangan operasional tersebut pengusaha Bioskop merugi hingga miliaran rupiah. Namun dia enggan merinci secara detail berapa kerugian yang ditanggung oleh seluruh pengusahan bioskop di DKI Jakarta.

“Bioskop punya budgeting masing-masing, pasti besar CGV (kerugian), XXI apalagi,” katanya

Hingga kini, angka itu meningkat. Menurutnya, kerugian bioskop sudah mencapai triliunan rupiah akibat tidak dapat beroperasi.

Comments are closed.