Warga Kali Code Bikin Pasar Online

Warga Kali Code Bikin Pasar Online

Warga Kali Code Bikin Pasar Online

Warga Kali Code Bikin Pasar Online, – Salah satu teknologi yang sangat memiliki peran bagi manusia hingga saat ini adalah aplikasi. Hadirnya beragam aplikasi ini mampu membantu kegiatan kamu semakin mudah. Aplikasi disediakan dengan segmen yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhannya. Tak jarang, aplikasi menjadi tren karena memang banyak digunakan.

Kalau kamu ingat, ada beberapa produk aplikasi buatan anak Indonesia yang pernah ramai. Beberapa diantaranya seperti Flappy Bird dan Tahu Bulat. Ya, kedua contoh tersebut merupakan aplikasi game yang sangat fenomenal.

Mewabahnya COVID-19 membatasi aktivitas perekonomian masyarakat, bahkan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Berkaca dari hal tersebut, warga bantaran kali Code membuat pasar kali online (PKO).

PKO memanfaatkan medsos yang terhubung dengan hotline service untuk memudahkan masyarakat dalam memesan beragam produk. Sistem tersebut memperluas jangkauan penjualan warga dan tentunya menambah pemasukan selama pandemi COVID-19.

Tak perlu bingung memikirkan bagaimana cara membuat aplikasi. Soalnya memang, membuat aplikasi ini dikenal harus memiliki kemampuang coding.

Salah satu inisiator PKO, Anang Nasichudin menjelaskan bahwa ide tersebut muncul bulan Maret. Namun, karena banyak warga yang menjadi relawan maka PKO baru terealisasi pada bulan Agustus.

Secara mendalam, warga Kampung Ledok Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta ini menyebut alasan lain dalam menginisiasi PKO. Alasan itu adalah banyaknya warga yang tidak memiliki penghasilan selama pandemi COVID-19.

“Kami kan tinggal di Kampung Ledok Tukangan, Danurejan dan karena situasi pandemi COVID-19 ini sampai sekarang kami banyak yang stay at home. Selain itu banyak yang menjadi korban PHK,” kata Anang saat dihubungi wartawan, Senin.

Melihat hal tersebut, Anang bersama rekan-rekannya berinisiatif mengajak pemuda setempat untuk mendorong warga yang memiliki usaha makanan berjualan secara online. Mengingat banyak pemilik usaha yang belum melek teknologi, terlebih di masa pandemi ini masyarakat diminta menerapkan jaga jarak.

“Setelah kami lihat, warga yang punya usaha rata-rata jualan makanan dan minuman. Nah, dari situ kami mengajak para pemuda untuk mempromosikan jualan warga lewat 3 platform yakni, Facebook, Instagram dan website dengan nama pasar kali online,” ujarnya.

“Kenapa kali? Karena kebanyakan yang terlibat di PKO adalah warga bantaran kali Code,” lanjutnya.

Anang melanjutkan, untuk website sendiri bernama www.pasarkalionline.wordpress.com sedangkan Facebook dan Instagram menggunakan nama pasar kali online. Ketiga platform itu, kata Anang dikelola oleh warga dan pelaku usaha tinggal memperbarui menu dagangan setiap harinya.

“Instagram menjadi tren dan kita fokus kesana kemudian kami menemui warga menawarkan itu kepada mereka bisa tidak membantu warga menjual produk dengan media kreatif online. Tiap hari kita ada kewajiban update katalog menu terbaru misal hari Senin, Selasa apa saja karena tidak tiap hadi mereka jualan karena ada keperluan-keperluan,” ucapnya.

“Konsep pasar kali online ini memiliki nilai plus, karena kami punya kewajiban tiap malam buat desain upload katalog harian di IG, lalu kedua kami mencoba menabrak sistem yang ada di teman-teman kapitalis dalam hal ini ojek online,” imbuh Anang.

Comments are closed.